Sunday, February 21, 2016

"AKU" -chapter 1-

Jika bagi orang lain tumbuh menjadi dewasa atau menjadi tua seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi, untukku tidak. Seiring bertambahnya waktu "aku" tidak tumbuh dewasa ataupun menjadi dewasa. Tapi "aku" bertambah, dan "aku" menjadi dua sosok yang semakin lama semakin berbeda antara satu dengan yang lain. Yang satu adalah gadis kecil yang manis yang bisa membuatmu tersenyum hanya dengan melihatnya, dan yang satu lagi seorang wanita dewasa yang membuatmu bertekuk lutut walaupun hanya dengan lirikannya. Mereka berdua adalah "aku", "aku" yang bertambah karena "aku" tidak mampu menerima kenyataan yang ada, tidak sanggup menjalani hidup sendiri, tapi juga tidak mampu untuk mempercayai siapapun lagi. Cerita ini sebenarnya bukanlah kisah yang luar biasa, kisah ini cuma cerita tentang seorang gadis biasa yang menjalani hidupnya yang biasa. Kisah tentang hidup "aku".
Jika ada yang bertanya sejak kapan "aku" menjadi dua. Mungkin bahkan si wanita dewasa juga sulit untuk menjawabnya, mungkin saat tidak ada seorang pun yang bisa menolong "aku" ketika dia di bully oleh teman teman sekelasnya, atau mungkin juga ketika dia menerima kekerasan dari ibunya yang stress. "aku" hanya bisa diam dan menerima segalanya, mungkin itu yang membuat "aku" tidak bisa tumbuh dewasa, tapi malah menjadi dua dan saat itulah si wanita dewasa lahir. Atau mungkin, ketika "aku" yang sudah mulai kehilangan hati nurani yang dimilikinya seiring dengan berjalannya waktu dan mengetahui segala kebusukan hati semua orang yang dikenalnya, hati wanita dewasa yang mulai menghitam menyisihkan sedikit cahaya yang masih suci dan murni dan berpisah dengan si wanita dewasa dan saat itu cahaya suci itu menjadi wujud gadis kecil, wujud di mana si wanita dewasa masih mempunyai hati yang putih, murni dan suci juga penuh dengan kasih sayang dan kebaikan.
Well, bagaimana "aku" menjadi dua tidak begitu penting. Karena yang terpenting adalah bagaimana "aku" bisa menjalani hidup layaknya wanita normal saat "aku" ada dua. Saat tersulit bagi "aku" adalah saat "aku" ingin tidur, "gadis"selalu saja masih ingin bermain sedangkan "wanita" selalu saja ingin menutup mata. "wanita" selalu berusaha menjaga tubuh "aku" dan dia tahu jika "aku" tidak tidur, maka "aku" akan sakit. Tapi, "gadis" selalu saja ingin bermain ataupun bercerita sehingga "aku" sulit untuk tidur. Sungguh sulit untuk menjaga "aku" ketika "wanita" juga kadang tak berkutik di hadapan "gadis". Karena itu, terkadang "aku" mengurung si gadis kecil di dalam sebuah kastil. Sebenarnya "aku" bukan ingin membatasi gerak "gadis", tapi "aku" sama seperti si wanita dewasa "aku" hanya ingin menjaga si gadis kecil. "gadis" terlalu lugu dan naif, dia terlalu baik pada semua orang tanpa tahu sifat buruk dari semua manusia. "gadis" selalu saja dimanfaatkan oleh orang lain, dan biasanya "wanita" yang harus membereskan kekacauan yang tersisa. "wanita" sama sekali tak keberatan untuk membersihkan masalah yang dibuat oleh "gadis". Hanya saja, "wanita" takut kalau "gadis" akan terluka. Karena tak ada yang lebih menakutkan bagi "aku" dan "wanita" daripada kematian dari si gadis kecil. Oleh sebab itu, "aku" membuat menara kastil untuk "gadis" dan "wanita" yang berjaga di luar. Mungkin, bisa dibilang si gadis kecil adalah seorang putri bagi "aku", damsel in distress yang harus dijaga dan diawasi. Sedangkan si wanita dewasa adalah ksatria "aku", femme fatale yang akan berkerja keras untuk semua hal yang "aku" inginkan, juga kartu as untuk semua masalah yang ada.

Seperti semua putri dan damsel in distress yang ada di cerita dan film film yang lain, si gadis kecil juga lemah dan tak berdaya. Si gadis kecil sama sekali tak punya bakat ataupun kekuatan, bahkan tak punya wajah yang cantik ataupun rasa percaya diri. Satu satunya yang dimiliki si gadis kecil hanyalah hati yang sangat baik, ketulusan yang tak terkira juga rasa percaya yang kuat pada orang lain.  "gadis" akan mempercayaimu dengan sepenuh hatinya walaupun kau adalah orang yang baru saja ditemuinya. Karena itu, si gadis kecil selalu saja dalam bahaya dan dia juga selalu membuat "aku" terluka. Di lain pihak, si wanita dewasa punya semua hal yang diinginkan oleh seorang wanita. Wajah yang cantik, tubuh yang indah dan sikap anggun yang akan membuat iri semua wanita dan membuat semua pria sulit memalingkan wajah. "wanita" berbakat dalam banyak hal, dan bisa membuat semua orang bekerja kerasa dan berusaha hanya untuknya. Sehingga "aku" bisa menjalani hidup dengan lebih mudah. Hanya saja, si wanita dewasa tidak mempunyai perasaan ataupun nurani. Bisa dibilang, hati si wanita dewasa sangat gelap segelap hutan di malam hari. Hal ini yang terkadang membuat "aku" takut, bagaimana jika sampai si gadis kecil mengetahui apa yang "aku" wanita dewasa lakukan, si gadis kecil yang lemah pasti akan mudah jatuh sakit dan mati. Dan, jika itu terjadi maka "aku" juga tidak akan bisa memaafkan si wanita dewasa.

No comments:

Post a Comment