For other people, they change from children and become grown up, but not for me. In my case as the time pass by I don't grown up or become an adult, I am multiplying and become two different creatures. One is the sweet little girl that could draw a smile on your face by looking at her, and the other is the beautiful lady that could turn you into submissive just by her staring. They are "I" (me), "I" that is multiplying because couldn't stand in the reality, couldn't stand living alone, but doesn't trust anyone at all. This is not an extraordinary story, this is only about one plain girl who is living her usual life. The story about "me".
If there's anyone who is wondering that when "me" become two, even the lady would struggle to answer it. Maybe, when there's no one for "me" while "I" got bullied by her classmate, or maybe when she's only be able to feel the abusive from her distress mother. "I" would quietly accept everything, perhaps that's the reason why "me" couldn't grown up, instead become two and the lady appeared. or maybe, when "I" almost lost my heart by the time pass by as she's learning all about the malevolence of everyone around her, the heart of the young lady that turning into black set apart some of a little pure light. That pure light later take a form of a little girl where the young lady still had a pure and white heart that fill of kindness and love.
Well, how "I" become two doesn't really matter because what does matter is how "I" could have a normal life when there's two "me". The hardest thing to for "me" is when She want to sleep, the little girl always want to play when the lady always want to close her eyes. The lady always try to taking care of "me" and she know if "I" didn't sleep then "I" would got sick. But, the little girl always want to play or talk, and it made "me" hard to sleep. It's so hard to take care of "me" when even the lady had a hard time to handle the little girl. That's why, "I" made a castle tower and keep the little girl inside. The lady and "me" keep the little girl inside the castle not because they want to restrain the little girl but, we just want to keep her for the harsh of the world. The little girl is too kind and naive so she is too easy to be used by others, and usually in the end the lady is the one who will sort out the leftovers problem. Truthfully, the lady doesn't mind to resolve everything for the little girl, what she mind is if something happen to the little girl. Because for the lady and "me", there's nothing more scary than the disappear of the little girl. Keeping the little girl inside the castle tower and making the lady guard it from outside is how "I" prevent it.
We could say that the little girl is the princess for "me", damsel in distress who need protection and affection. On the other side, the lady is the knight for "me", femme fatale who will work hard to fulfill the necessity of "me" also the resolver of every obstacle. Like the other princesses and damsels in distress of every story, the little girl is also so weak and fragile. She doesn't have any skill or power, not even a cute face or confidence. The only thing that the little girl has is her charity, the infinity of her sincerity also the absolute faith for other people. The little girl would believe you from her deepest heart although you just met her. That's why, the little girl always in danger and bring harm to "me". on the other hand, the lady has everything that woman's need. A beautiful face, perfect posture and graceful manner that will made every woman envy and every guy longing for her. The lady has talent for almost everything, but specialise to manipulate people to work for her and made "me" living easy and comfortable. There's only one thing, the lady doesn't have feeling or heart. We could say the lady's heart is as dark as the forest at night. Sometimes, this fact made "me" scared What if the little girl aware of this, the delicate little girl would be in indisposition and wear out. And, if it happened subsequently there's no way the lady be pardoned by "me".
Wednesday, February 24, 2016
Sunday, February 21, 2016
"Me" -Prolog-
For other people, they change from children and become grown up. But for me, it split up become two. One is the naive, kind little girl and the other is the crude,but smart beautiful lady. They live inside me and they protect each other and loves each other. Well sometimes the lady has to be the knight to protect the naive princess but the other time the kind little girl will give light to the darkness in the beautiful lady's heart.
"As long as we have each other, we're gonna be okay" as the beautiful lady pat the little girl's head softly. The little girl hug the lady tightly. They don't anyone except each other. If there's a person they can depend on it's only her. The girl and the lady look at each other faces. They have the same eyes, the same hair and the same creature. The only significant different of them is their expression. The little girl has soft and kind smile in her face, but the beautiful lady has arrogant smile but very graceful attitude. Both of them looks very different if you looj at the whole. The little girl doesn't look cute at all, but she looks so lovely and as if her pure soul could be seen from outside as she smile so kindly. And the lady even if she has a very beautiful face and graceful attitude but her dark heart could be sense from outside, her expression is so stiff and has no mercy to anyone who will hurt her or her other self.
"As long as we have each other, we're gonna be okay" as the beautiful lady pat the little girl's head softly. The little girl hug the lady tightly. They don't anyone except each other. If there's a person they can depend on it's only her. The girl and the lady look at each other faces. They have the same eyes, the same hair and the same creature. The only significant different of them is their expression. The little girl has soft and kind smile in her face, but the beautiful lady has arrogant smile but very graceful attitude. Both of them looks very different if you looj at the whole. The little girl doesn't look cute at all, but she looks so lovely and as if her pure soul could be seen from outside as she smile so kindly. And the lady even if she has a very beautiful face and graceful attitude but her dark heart could be sense from outside, her expression is so stiff and has no mercy to anyone who will hurt her or her other self.
"AKU" -chapter 1-
Jika bagi orang lain tumbuh menjadi dewasa atau menjadi tua seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi, untukku tidak. Seiring bertambahnya waktu "aku" tidak tumbuh dewasa ataupun menjadi dewasa. Tapi "aku" bertambah, dan "aku" menjadi dua sosok yang semakin lama semakin berbeda antara satu dengan yang lain. Yang satu adalah gadis kecil yang manis yang bisa membuatmu tersenyum hanya dengan melihatnya, dan yang satu lagi seorang wanita dewasa yang membuatmu bertekuk lutut walaupun hanya dengan lirikannya. Mereka berdua adalah "aku", "aku" yang bertambah karena "aku" tidak mampu menerima kenyataan yang ada, tidak sanggup menjalani hidup sendiri, tapi juga tidak mampu untuk mempercayai siapapun lagi. Cerita ini sebenarnya bukanlah kisah yang luar biasa, kisah ini cuma cerita tentang seorang gadis biasa yang menjalani hidupnya yang biasa. Kisah tentang hidup "aku".
Jika ada yang bertanya sejak kapan "aku" menjadi dua. Mungkin bahkan si wanita dewasa juga sulit untuk menjawabnya, mungkin saat tidak ada seorang pun yang bisa menolong "aku" ketika dia di bully oleh teman teman sekelasnya, atau mungkin juga ketika dia menerima kekerasan dari ibunya yang stress. "aku" hanya bisa diam dan menerima segalanya, mungkin itu yang membuat "aku" tidak bisa tumbuh dewasa, tapi malah menjadi dua dan saat itulah si wanita dewasa lahir. Atau mungkin, ketika "aku" yang sudah mulai kehilangan hati nurani yang dimilikinya seiring dengan berjalannya waktu dan mengetahui segala kebusukan hati semua orang yang dikenalnya, hati wanita dewasa yang mulai menghitam menyisihkan sedikit cahaya yang masih suci dan murni dan berpisah dengan si wanita dewasa dan saat itu cahaya suci itu menjadi wujud gadis kecil, wujud di mana si wanita dewasa masih mempunyai hati yang putih, murni dan suci juga penuh dengan kasih sayang dan kebaikan.
Well, bagaimana "aku" menjadi dua tidak begitu penting. Karena yang terpenting adalah bagaimana "aku" bisa menjalani hidup layaknya wanita normal saat "aku" ada dua. Saat tersulit bagi "aku" adalah saat "aku" ingin tidur, "gadis"selalu saja masih ingin bermain sedangkan "wanita" selalu saja ingin menutup mata. "wanita" selalu berusaha menjaga tubuh "aku" dan dia tahu jika "aku" tidak tidur, maka "aku" akan sakit. Tapi, "gadis" selalu saja ingin bermain ataupun bercerita sehingga "aku" sulit untuk tidur. Sungguh sulit untuk menjaga "aku" ketika "wanita" juga kadang tak berkutik di hadapan "gadis". Karena itu, terkadang "aku" mengurung si gadis kecil di dalam sebuah kastil. Sebenarnya "aku" bukan ingin membatasi gerak "gadis", tapi "aku" sama seperti si wanita dewasa "aku" hanya ingin menjaga si gadis kecil. "gadis" terlalu lugu dan naif, dia terlalu baik pada semua orang tanpa tahu sifat buruk dari semua manusia. "gadis" selalu saja dimanfaatkan oleh orang lain, dan biasanya "wanita" yang harus membereskan kekacauan yang tersisa. "wanita" sama sekali tak keberatan untuk membersihkan masalah yang dibuat oleh "gadis". Hanya saja, "wanita" takut kalau "gadis" akan terluka. Karena tak ada yang lebih menakutkan bagi "aku" dan "wanita" daripada kematian dari si gadis kecil. Oleh sebab itu, "aku" membuat menara kastil untuk "gadis" dan "wanita" yang berjaga di luar. Mungkin, bisa dibilang si gadis kecil adalah seorang putri bagi "aku", damsel in distress yang harus dijaga dan diawasi. Sedangkan si wanita dewasa adalah ksatria "aku", femme fatale yang akan berkerja keras untuk semua hal yang "aku" inginkan, juga kartu as untuk semua masalah yang ada.
Jika ada yang bertanya sejak kapan "aku" menjadi dua. Mungkin bahkan si wanita dewasa juga sulit untuk menjawabnya, mungkin saat tidak ada seorang pun yang bisa menolong "aku" ketika dia di bully oleh teman teman sekelasnya, atau mungkin juga ketika dia menerima kekerasan dari ibunya yang stress. "aku" hanya bisa diam dan menerima segalanya, mungkin itu yang membuat "aku" tidak bisa tumbuh dewasa, tapi malah menjadi dua dan saat itulah si wanita dewasa lahir. Atau mungkin, ketika "aku" yang sudah mulai kehilangan hati nurani yang dimilikinya seiring dengan berjalannya waktu dan mengetahui segala kebusukan hati semua orang yang dikenalnya, hati wanita dewasa yang mulai menghitam menyisihkan sedikit cahaya yang masih suci dan murni dan berpisah dengan si wanita dewasa dan saat itu cahaya suci itu menjadi wujud gadis kecil, wujud di mana si wanita dewasa masih mempunyai hati yang putih, murni dan suci juga penuh dengan kasih sayang dan kebaikan.
Well, bagaimana "aku" menjadi dua tidak begitu penting. Karena yang terpenting adalah bagaimana "aku" bisa menjalani hidup layaknya wanita normal saat "aku" ada dua. Saat tersulit bagi "aku" adalah saat "aku" ingin tidur, "gadis"selalu saja masih ingin bermain sedangkan "wanita" selalu saja ingin menutup mata. "wanita" selalu berusaha menjaga tubuh "aku" dan dia tahu jika "aku" tidak tidur, maka "aku" akan sakit. Tapi, "gadis" selalu saja ingin bermain ataupun bercerita sehingga "aku" sulit untuk tidur. Sungguh sulit untuk menjaga "aku" ketika "wanita" juga kadang tak berkutik di hadapan "gadis". Karena itu, terkadang "aku" mengurung si gadis kecil di dalam sebuah kastil. Sebenarnya "aku" bukan ingin membatasi gerak "gadis", tapi "aku" sama seperti si wanita dewasa "aku" hanya ingin menjaga si gadis kecil. "gadis" terlalu lugu dan naif, dia terlalu baik pada semua orang tanpa tahu sifat buruk dari semua manusia. "gadis" selalu saja dimanfaatkan oleh orang lain, dan biasanya "wanita" yang harus membereskan kekacauan yang tersisa. "wanita" sama sekali tak keberatan untuk membersihkan masalah yang dibuat oleh "gadis". Hanya saja, "wanita" takut kalau "gadis" akan terluka. Karena tak ada yang lebih menakutkan bagi "aku" dan "wanita" daripada kematian dari si gadis kecil. Oleh sebab itu, "aku" membuat menara kastil untuk "gadis" dan "wanita" yang berjaga di luar. Mungkin, bisa dibilang si gadis kecil adalah seorang putri bagi "aku", damsel in distress yang harus dijaga dan diawasi. Sedangkan si wanita dewasa adalah ksatria "aku", femme fatale yang akan berkerja keras untuk semua hal yang "aku" inginkan, juga kartu as untuk semua masalah yang ada.
Seperti semua putri dan damsel in distress yang ada di cerita dan film film yang lain, si gadis kecil juga lemah dan tak berdaya. Si gadis kecil sama sekali tak punya bakat ataupun kekuatan, bahkan tak punya wajah yang cantik ataupun rasa percaya diri. Satu satunya yang dimiliki si gadis kecil hanyalah hati yang sangat baik, ketulusan yang tak terkira juga rasa percaya yang kuat pada orang lain. "gadis" akan mempercayaimu dengan sepenuh hatinya walaupun kau adalah orang yang baru saja ditemuinya. Karena itu, si gadis kecil selalu saja dalam bahaya dan dia juga selalu membuat "aku" terluka. Di lain pihak, si wanita dewasa punya semua hal yang diinginkan oleh seorang wanita. Wajah yang cantik, tubuh yang indah dan sikap anggun yang akan membuat iri semua wanita dan membuat semua pria sulit memalingkan wajah. "wanita" berbakat dalam banyak hal, dan bisa membuat semua orang bekerja kerasa dan berusaha hanya untuknya. Sehingga "aku" bisa menjalani hidup dengan lebih mudah. Hanya saja, si wanita dewasa tidak mempunyai perasaan ataupun nurani. Bisa dibilang, hati si wanita dewasa sangat gelap segelap hutan di malam hari. Hal ini yang terkadang membuat "aku" takut, bagaimana jika sampai si gadis kecil mengetahui apa yang "aku" wanita dewasa lakukan, si gadis kecil yang lemah pasti akan mudah jatuh sakit dan mati. Dan, jika itu terjadi maka "aku" juga tidak akan bisa memaafkan si wanita dewasa.
"AKU" - Prolog-
Jika bagi orang lain pada umumnya, mereka berubah dari anak anak dan beranjak dewasa. Tapi, bagiku itu membuatku terbelah menjadi dua. Yang satu adalah seorang gadis kecil yang polos, dan baik hati. Sedangkan yang satu lagi adalah seorang wanita cantik yang cerdas tapi licik. Mereka berdua hidup di dalam "aku" dan mereka melindungi dan mencintai satu sama lain. Kadang - kadang, si "wanita" harus menjadi ksatria yang melindungi si putri kecil yang polos, tapi ada kalanya si "gadis" kecil yang baik hati akan memberikan secercah cahaya dalam kegelapan hati wanita cantik itu.
"Selama kita memiliki satu sama lain, kita pasti akan baik-baik saja", kata si wanita dewasa yang cantik sambil membelai kepala si gadis kecil dengan lembut. Si gadis kecil memeluk "wanita" dengan erat. Mereka tidak mempunyai siapa-siapa kecuali satu sama lain, satu satunya orang yang bisa mereka andalkan hanyalah dia. "Gadis" dan "wanita" saling menatap satu sama lain dan terlihat bahwa mereka mempunyai mata, rambut, hidung dan bentuk yang sama persis. Yang membedakan mereka antara satu dengan yang lainnya adalah ekspresi mereka. "Gadis" punya senyum lembut yang tulus di wajahnya, sedangkan "wanita" punya senyum angkuh namun terlihat anggun. Keduanya akan terlihat sangat berbeda jika dilihat secara keseluruhan. "gadis" tidak terlihat manis sama sekali tapi dia begitu menyenangkan untuk dilihat seolah olah jiwanya yang murni terpancar keluar ketika dia tersenyum dengan tulus. Dan, "wanita" walaupun terlihat cantik dan bersikap anggun, tetapi jiwanya yang kelam dapat terasa dari luar, ekspresinya sangat keras dan sama sekali tak punya belas kasihan bagi siapapun yang melukai "aku" ataupun "gadis".
Subscribe to:
Posts (Atom)