"Aku" melihat ke arah di mana laut dan langit bertemu, suara ombak yang berdesir membuat aku berpikir apakah hubungan antara si wanita dan gadis seperti itu? Seperti laut dan langit yang sebenarnya tidak pernah bersatu tapi kelihatan melebut menjadi satu ketika dilihat dari kejauhan. Dan sebenarnya "aku" juga tidak pernah yakin akan keberadaan mereka sebenarnya ataupun apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Tapi, semakin lama semakin terasa bahwa keberadaan mereka seperti lukisan abstrak yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh logika. Karena hal-hal seperti, ketulusan si gadis kecil yang begitu murni ataupun kepicikan si wanita cantik yang begitu rumit tidak akan bisa dimengerti jika muncul dari seorang "aku".
Ketulusan dari si gadis kecil terkadang sering membuat "aku" tertawa, karena meskipun si gadis kecil mengetahui bahwa dia hanya sedang dimanfaatkan ataupun ditipu oleh orang lain, "gadis" tetap saja memberikan dan melakukan apapun bagi orang yang dianggap berharga olehnya. Karena "gadis" sama sekali tidak mengharapkan apapun ketika dia melakukan sesuatu, bahkan dia merasa sangat senang dan bahagia ketika dia bisa melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya, walaupun hal itu akan merugikan dirinya sendiri. Hal-hal seperti ini yang membuat "aku" terpaksa untuk mengurung si gadis kecil di dalam kastil dan memberikan kekuasaan penuh terhadap "aku" pada si wanita dewasa. Si wanita dewasa akan berusaha keras agar tidak ada seorang pun yang bisa mendekati si gadis kecil agar "aku" tidak terluka. Karena "aku" hanya sebuah media bagi mereka berdua yang sangat rentan dan mudah rusak dan hancur jika tidak dijaga dan diawasi oleh si wanita dewasa.
Ketika si wanita dewasa mengambil alih "aku", maka si wanita dewasa akan bersikap sangat dingin dan ketus pada orang-orang di sekitarnya. Si wanita dewasa hanya mempedulikan dua hal selain dirinya sendiri yaitu, "aku" dan si gadis kecil. "Wanita" akan melakukan apapun hanya untuk melindungi si gadis kecil, walaupun itu berarti melukai orang-orang yang berharga bagi si gadis kecil ataupun membuat mereka membenci "aku". Si wanita dewasa bahkan sering kali tidak membiarkan si gadis kecil mengintip dunia di luar kastil sekalipun agar "gadis" tidak bisa melihat bagaimana kejamnya "wanita" memperlakukan orang-orang yang berusaha untuk melihat si gadis kecil. Tapi, bukan berarti tidak ada seorang pun yang tidak pernah bertemu dengan si gadis kecil lagi. Terkadang, si wanita dewasa membiarkan si gadis kecil bertemu dengan orang-orang yang sangat berharga dan dipercaya oleh "aku", tapi tentu saja si wanita dewasa akan memperhatikan dan mengikuti segala gerak gerik orang itu selama mereka bermain dengan si gadis kecil. Begitu melihat hal yang sedikit saja mencurigakan, si wanita dewasa akan langsung mengembalikan si gadis kecil ke dalam kastil dan menghapuskan orang tersebut dari daftar "aku".
Ketulusan dari si gadis kecil terkadang sering membuat "aku" tertawa, karena meskipun si gadis kecil mengetahui bahwa dia hanya sedang dimanfaatkan ataupun ditipu oleh orang lain, "gadis" tetap saja memberikan dan melakukan apapun bagi orang yang dianggap berharga olehnya. Karena "gadis" sama sekali tidak mengharapkan apapun ketika dia melakukan sesuatu, bahkan dia merasa sangat senang dan bahagia ketika dia bisa melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya, walaupun hal itu akan merugikan dirinya sendiri. Hal-hal seperti ini yang membuat "aku" terpaksa untuk mengurung si gadis kecil di dalam kastil dan memberikan kekuasaan penuh terhadap "aku" pada si wanita dewasa. Si wanita dewasa akan berusaha keras agar tidak ada seorang pun yang bisa mendekati si gadis kecil agar "aku" tidak terluka. Karena "aku" hanya sebuah media bagi mereka berdua yang sangat rentan dan mudah rusak dan hancur jika tidak dijaga dan diawasi oleh si wanita dewasa.
Ketika si wanita dewasa mengambil alih "aku", maka si wanita dewasa akan bersikap sangat dingin dan ketus pada orang-orang di sekitarnya. Si wanita dewasa hanya mempedulikan dua hal selain dirinya sendiri yaitu, "aku" dan si gadis kecil. "Wanita" akan melakukan apapun hanya untuk melindungi si gadis kecil, walaupun itu berarti melukai orang-orang yang berharga bagi si gadis kecil ataupun membuat mereka membenci "aku". Si wanita dewasa bahkan sering kali tidak membiarkan si gadis kecil mengintip dunia di luar kastil sekalipun agar "gadis" tidak bisa melihat bagaimana kejamnya "wanita" memperlakukan orang-orang yang berusaha untuk melihat si gadis kecil. Tapi, bukan berarti tidak ada seorang pun yang tidak pernah bertemu dengan si gadis kecil lagi. Terkadang, si wanita dewasa membiarkan si gadis kecil bertemu dengan orang-orang yang sangat berharga dan dipercaya oleh "aku", tapi tentu saja si wanita dewasa akan memperhatikan dan mengikuti segala gerak gerik orang itu selama mereka bermain dengan si gadis kecil. Begitu melihat hal yang sedikit saja mencurigakan, si wanita dewasa akan langsung mengembalikan si gadis kecil ke dalam kastil dan menghapuskan orang tersebut dari daftar "aku".
Walaupun si wanita dewasa punya kemampuan manipulasi yang tinggi, ada kalanya si wanita dewasa tidak berkutik menghadapi orang-orang tertentu yang tidak berpikir menggunakan logika mereka, di saat seperti itu si wanita dewasa akan membiarkan si gadis kecil mengambil alih. Bagi orang-orang yang lebih mengandalkan hati mereka,si gadis kecil akan bagaikan matahari yang bahkan bisa melelehkan musim dingin yang membekukan sekalipun. Karena tidak akan ada seorang pun yang hatinya tidak akan tercabik cabik jika melihat wajah sedih si gadis kecil.
"Aku" berdiri di depan cermin, di mana si gadis kecil dan wanita dewasa saling bertatapan.
"Kenapa tidak ada yang bisa mengerti kita?", gadis kecil terisak-isak lalu kembali menatap wanita dewasa yang melihatnya dengan tatapan sedih.
"mungkin karena kita berdua berbeda".
"Berbeda?"
"Ya, karena kau dan aku berbeda. Jangan menangis lagi, itulah kenapa aku selalu menyuruhmu berada di dalam saja. Jangan keluar lagi, di luar berbahaya"
"aku lelah, apa sebaiknya aku tidur?"
"Ya, tidurlah. Kau tidak perlu bangun lagi."
"Untuk selamanya?"
"Untuk selamanya"
"Kenapa tidak ada yang bisa mengerti kita?", gadis kecil terisak-isak lalu kembali menatap wanita dewasa yang melihatnya dengan tatapan sedih.
"mungkin karena kita berdua berbeda".
"Berbeda?"
"Ya, karena kau dan aku berbeda. Jangan menangis lagi, itulah kenapa aku selalu menyuruhmu berada di dalam saja. Jangan keluar lagi, di luar berbahaya"
"aku lelah, apa sebaiknya aku tidur?"
"Ya, tidurlah. Kau tidak perlu bangun lagi."
"Untuk selamanya?"
"Untuk selamanya"
No comments:
Post a Comment